HANGOUT : VIAVIA TRAVELER'S CAFE & RESTO

9:05 PM

Siapa yang tidak tahu restoran yang ada dibilangan Prawirotaman ini? Restoran ini sudah cukup lama berdiri dan cabangnya tersebar di beberapa negara di seluruh dunia. Kenapa ada kata 'traveler', karena konsepnya memang restoran ini sebagai wadah interaksi para traveler yang berkunjung dari berbagai negara. Mereka berbincang, berdiskusi, berbagi kisah perjalanan mereka tentunya sambil menikmati hidangan yang disediakan. 

Suasana di restoran ini sangat nyaman. Desain ruangannya tidak terlalu banyak bermain ornamen yang macam-macam. Lantai bawah lebih bergaya klasik dengan meja dan kursi kayu, sedangkan lantai duanya sedikit bermain warna dan mural pada dindingnya. 

ViaVia mengedepankan sajian bebas MSG, jadi jangan kaget jika makan disini kalian akan merasa sedikit 'hambar'. Tapi kalian pasti tahukan, masakan tanpa MSG itu menyehatkan. Ditambah lagi mereka menggunakan bahan-bahan berkualitas, sayur-sayuran segar yang selalu di cuci bersih dan mereka juga mendukung aksi global warming dengan mengurangi penggunaan AC yang di bantu dengan dinding-dinding terbuka serta kalian tidak akan menemukan sedotan di restoran ini. Jelas, pelanggan mereka yang rata-rata bule tersebut sangat senang dan betah berada disini.


Siang itu bersama seorang kawan, aku mengunjungi restoran tersebut untuk makan siang. Sudah lama ViaVia menjadi daftar kuliner yang harus dikunjungi, tapi dulu karena kesibukan kuliah dan tempat ini cukup jauh dari rumah baru sekarang aku bisa mengunjunginya. 

Setiba di ViaVia, kalian akan di sapa oleh pelayan yang ramah. Mereka akan mengantarkan kalian menuju meja yang kalian inginkan. Aku dan temanku memilih untuk makan di lantai 2, saat itu lantai 1 sedang ramai. 


ViaVia menyajikan berbagai menu western seperti pasta dan soup, kemudian ada menu sehat seperti salad. Berbagai macam snack yang mungkin jarang kalian dengar namanya juga ada disini misalnya falafel, guacamole dll. Kemudian main coursenya mulai dari indian curry, kemudian ada chicken steak dan berbagai macam menu indonesia. 

Aku mulai bingung saat membaca buku menu. Bukan karena bingung dengan jenis makanan yang ditawarkan, karena rata-rata aku sudah mengerti jenis-jenis makanan tersebut. Tapi aku bingung ingin memesan apa, sepertinya semuanya enak-enak :)) Akhirnya pilihanku jatuh ke Pita Shoarma and Salad. Sedangkan temanku memesan Chicken Chasseur.

Pita Shoarma and Salad - IDR 58.000

Pita Shoarma adalah makanan yang terdiri dari potongan daging domba yang ditumis dengan bumbu minimalis, kemudian diisikan didalam roti pita berbentuk pocket. Didalamnya juga terdapat cacahan kubis putih dan ungu. Disajikan dengan salad dan dua jenis saus yogurt. Ini enak sekali! Daging dombanya empuk, walau dengan bumbu minimalis daging ini benar-benar terasa enak. 

Chicken Chasseur - IDR 47.000

Chicken Chasseur adalah roasted chicken yang juga diberi bumbu minimalis (sepertinya hanya lada dan garam) yang disajikan dengan potato wedges dan bell pepper sauce. Dagingnya empuk, dan mungkin terasa agak hambar. Tapi begitu dipadukan dengan sausnya, makanan ini justru memiliki rasa yang juga tidak kalah menyenangkan. Potato wedgesnya sendiri teksturnya crunchy diluar tapi lembut didalam.

Falafel - IDR 22.000

Ada yang tahu falafel? Aku sudah lama penasaran dengan makanan satu ini. Ingin membuatnya dirumah, tapi agak susah mencari bahannya. Makanan ini berbahan dasar chickpeas alias kacang garbanzo. Kacang ini sebenarnya biasa kita dapatkan saat ada oleh-oleh haji. Sebutan lainnya adalah kacang arab. Bisa di googling ya buat tahu bentuknya. Chickpeas yang sudah direndam kemudian digiling bersama bumbu-bumbu seperti cilantro (daun ketumbar), bawang putih, garam dan merica. Lalu dibentuk bola-bola dan di goreng. 

Bentuknya agak mirip kroket ya. Agak kaget saat mencicipi makanan tersebut, mungkin karena baru pertama kali. Kalau tidak dibarengi air minum bisa seret juga hehe. Tapi snack satu ini juga enak kok. Sebagai pendamping, ada saus yogurt juga untuk cocolannya.

Herbal Tea - IDR 15.000
Green Tea - IDR 9.000

Secara keseluruhan, makanan-makanan di ViaVia mungkin butuh sedikit penyesuaian di lidah orang Indonesia. Kecuali untuk makanan Indonesianya mungkin. Yang paling berkesan adalah tentu saja kualitas makanan yang mereka sajikan. Mereka tidak main-main dalam menggunakan bahan makanan. Untuk porsi, mungkin karena rata-rata pengunjungnya adalah orang asing jadi porsi makanan disini 'cukup' besar hehe. Jadi kalau tidak ingin perut terasa penuh, silahkan pilih menu selain dengan nasi :))

Oh ya, ViaVia juga mengadakan cooking class lho. Kebetulan saat aku kesana sedang ada cooking class bersama 4 orang traveler (tapi aku tidak tahu darimana asalnya, dan siapa saja namanya) dan mereka memasak menu-menu Indonesia seperti gado-gado dan sambal kering tempe :) Menarik kan!

Senang sekali menghabiskan waktu ditempat ini. Benar-benar didesain agar pengunjung bisa makan dengan nyaman, bisa berbincang-bincang dengan traveler lainnya, angin sepoi-sepoinya juga tidak kalah membuat ruangan menjadi adem. Monggo dicoba kalau kalian ingin makan sesuatu yang tidak biasa. 

Para traveler sedang berbincang

Jam dinding yang menunjukkan waktu di berbagai negara yang terdapat cabang ViaVia disana

"Dadi ngene lho pak..." :))

Sekian dulu perjalanan kuliner kali ini, sampai jumpa di kuliner selanjutnya!

You Might Also Like

0 komentar