TRIP : SURABAYA FOR THE FIRST TIME !

3:50 PM

Sebenarnya judul perjalanan ke Surabaya kali ini bukan untuk liburan. Lebih tepatnya melaksakanan tugas penelitian dari kampus. Intinya adalah penelitian berkedok liburan! XD Saya belum pernah mengunjungi Surabaya sebelumnya. Kota-kota besar di Jawa Timur yang pernah saya datangi adalah Lamongan dan Malang. Mendengar kata Surabaya membuat saya sangat bersemangat. 

Saya banyak mendengar cerita dari orang tua, teman dan saudara kalau Surabaya itu identik dengan cuaca panasnya yang luar biasa. Dan memang benar! Cuacanya bikin emosi hahaha.. Tapi bagian yang penting bukan itu sebenarnya. Surabaya punya banyak cerita menarik di setiap sudutnya. Kota ini dikenal sebagai kota pahlawan, pasti banyak memiliki peninggalan-peninggalan bersejarah. Kuliner di Surabaya juga seru-seru bukan? Dan Surabaya sendiri sekarang sudah sangat maju, layaknya ibukota Jakarta. 


Bersama teman-teman magister arsitektur UGM, kami mengunjungi kota pahlawan ini selama tiga hari dua malam. Kami tiba di Surabaya Jumat subuh. Begitu mulai terang kami langsung mencari sarapan, dan tujuan kami pertama adalah ke Depot Nasi Campur Tambak Bayan! Saya banyak mendengar review teman-teman foodblogger di Jakarta tentang rumah makan satu ini, tanggapan merekapun positif. Nasi Campur dan Rawonnya juara! Sayangnya saya tidak foto-foto kuliner kemarin, jadi cerita saja ya :D

Setelah selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan ke area Jembatan Merah untuk melakukan survei pertama. Bisa dibayangkan lelahnya kami begitu tiba di Surabaya harus segera diburu dengan survei padahal kami belum sempat mandi apalagi check in hotel. Selepas Jumatan kami baru bisa menuju hotel. Akhirnya! 

Keesokan hari, setelah sarapan kami melanjutkan survei hari kedua. Objek survei kami cukup banyak saat itu. Perjalanan kami dimulai dari Bank BII yang ada di Jl. Pemuda. Bangunan bank tersebut berada di salah satu bangunan peninggalan jaman kolonial yang masih dijaga keasliannya.



Objek survei kedua adalah Gereja Katolik Santa Perawan Maria yang ada di Jl. Kepanjen No. 4. Gereja ini adalah salah satu objek survei kami yang juga merupakan salah satu bangunan unik yang ada di Surabaya. 



Kami melakukan sesi foto, sketsa bangunan dan juga wawancara dengan masyarakat sekitar disana. Kebetulah gereja tersebut sedang dibenahi untuk acara pernikahan. Saya cukup terpikat dengan gereja ini, cantik banget! 



Destinasi ketiga adalah Tugu Pahlawan. Saya bersama beberapa teman menyusuri sepanjang jalan dari gereja menuju Tugu Pahlawan melewati Jl. Pahlawan. Banyak sekali spot-spot bangunan menarik disepanjang jalan yang kami lewati. Banyak diantaranya merupakan bangunan peninggalan jaman kolonial yang dilestarikan menjadi cagar budaya. Hanya saja fungsi bangunan tersebut sudah dipakai untuk kegiatan lain. Misalnya sebagai perkantoran atau hotel. 



Foto diatas merupakan Kantor Bank Mandiri MBDC di Jl. Pahlawan. Salah satu spot menarik dari bangunan ini adalah pintu masuk perkantoran. Sayangnya banyak sampah berserakan disana. 




Foto nomor dua adalah gedung Bank Indonesia, sepintas mirip bangunan yang ada di UGM ya? :)) Kalau yang nomor tiga ini adalah kantor Gubernur Jawa Timur. Letaknya persis di seberang area Tugu Pahlawan. Setelah menelusuri sepanjang Jl. Pahlawan, akhirnya tiba juga kami di Tugu Pahlawan!



Ada tiga objek menarik di area Tugu Pahlawan. Pertama adalah foto diatas, yaitu patung mantan presiden RI Soekarno dan wakil presiden Moh. Hatta. Objek kedua tentu saja bangunan tinggi yang ada di belakang patung Soekarno, yaitu Tugu Pahlawan. Salah satu objek historis kebanggaan masyarakat Surabaya.


Bagian paling belakang adalah Museum 10 November. Merupakan bangunan yang digunakan untuk mengenang para pahlawan nasional dan juga pahlawan-pahlawan yang tidak dikenal sebagai bentuk penghormatan. Untuk masuk ke area Tugu Pahlawan ini tidak dikenakan biaya masuk, sama sekali. Tapi walau tidak berbayar, jangan sampai kita seenaknya tidak menjaga kebersihan ditempat ini.


Hari Sabtu telah berakhir. Sepulang makan malam di Kota Satelit, kami pun kembali ke hotel. Oiya, kami menginap di Pop Hotel Stasiun Kota Pasar Atom di Jl. Waspada. Pop Hotel disini memang lebih kecil dan belum sepenuhnya jadi, tapi pelayanannya cukup memuaskan kok. Untuk Standart Room tarifnya IDR 270.000/malam sudah termasuk breakfast. Waktu kami menginap, sarapan paginya cukup oke nih. Pilhannya banyak pula. Ada nasi pecel, nasi krawu, nasi kebuli beserta lauk pauknya. Kalau tidak biasa sarapan nasi juga disediakan bubur sumsum dan bubuk kacang hijau. Bisa juga buat toast sendiri. Pop Hotel Jl. Waspada memang berkonsep budget hotel, jadi jangan cari yang namanya kulkas atau lemari pakaian ya hehe.

Iseng-iseng main ke rooftop, padahal bukan tempat umum. Rooftop hotel tersebut digunakan sebagai tempat penampungan air dan mesin elektrikal bangunan. Tapi apa yang dapat saya tangkap waktu kesana? Ini dia...


Yup! Suramadu di malam hari. Cantik ya?

Perjalanan kami di Surabaya harus berakhir. Tepatnya hari Minggu pagi kami check out dari hotel pukul 10.00 lalu kami melakukan survei sebentar ke area peti kemas dan ke salah satu tempat di ujung utara Surabaya. Kami mengunjungi Monumen Jalesveva Jayamahe yang merupakan area pangkalan TNI Angkatan Laut. Ketika kami memasuki area yang dipenuhi dengan kapal-kapal besar tersebut kami hanya bisa melongo dan berteriak "WOW!" rasanya seperti bermain di film Battleship!



Monumen ini terbuka untuk umum. Didalamnya terdapat Fleet House, yaitu museum TNI AL yang didalamnya memamerkan banyak sekali foto-foto bersejarah, miniatur kapal, koleksi senjata dan juga ada mini theaternya.





Jalesveva Jayamahe sendiri merupakan semboyan atau motto TNI Angkatan Laut yang diambil dari bahasa Sansekerta, artinya "Di laut kita jaya!". Di area tersebut terdapat satu patung setinggi 30 meter yang merupakan refleksi dari sosok seorang Perwira TNI Angkatan Laut yang berpakaian Dinas Upacara.


Ingin masuk kedalam atau naik ke atas? Bisa banget! Siap-siap atur nafas ya guys! Tapi dijamin pemandangan yang kalian lihat sebanding dengan keringat yang bercucuran XD Dari ketinggian kalian juga bisa melihat Jembatan Suramadu.




Kalau kalian punya rencana ke Surabaya, bisa menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai referensi perjalanan. Di Surabaya jangan takut kesasar, masih ada GPS yang membantu dan Go-Jek di Surabaya sendiri sudah beroperasi dengan baik. Sekian!

You Might Also Like

0 komentar